Tampilkan postingan dengan label twitter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label twitter. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Januari 2014

Pendiri Twitter Luncurkan Aplikasi Jelly

TEMPO.CO,New York--Salah seorang co-founder atau pendiri Twitter, Biz Stone meluncurkan aplikasi startup barunya berkonsep tanya-jawab yang dinamakan Jelly. Aplikasi yang akan tersedia pada platform iOS dan Android ini memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan singkat di jejaring sosial mereka melalui gambar atau konten lain.
Aplikasi ini memungkinkan pengguna mengambil sebuah gambar dan menanyakannya kepada teman atau kenalan di jejaring sosial. Konsepnya, kata Stone, "ketika Anda sedang berjalan dan melihat sekuntum bunga dan ingin tahu informasi tentang itu, Anda bisa memotretnya, dan menaruhnya di jejaring sosial sambil menambahkan sebuah pertanyaan."
Dalam video yang diluncurkan, Stone mendeskripsikan Jelly sebagai sebuah cara untuk mencari tahu tentang sesuatu. "Sekarang setiap orang saling terhubung. Jika Anda memiliki pertanyaan, akan ada seseorang di luar sana yang tahu jawabannya," kataStone.
Jelly HQ, perusahaan yang berbasis di San Francisco, Amerika Serikat ini memiliki delapan pekerja. Mereka terdiri dari orang-orang penting di berbagai perusahaan, seperti co-founder Twitter Jack Dorsey dan Ev Williams. Founder LinkedIn, Reid Hoffman, juga investor lain seperti Al Gore dan Bono.
Usaha baru Stone ini dibangun dengan konsep yang diilhami berbagai perusahaan tempat ia pernah bekerja seperti Twitter, Google, dan Odeo. Iaberharap dengan peluncuran aplikasi mesin pencari sosial barunya ini, Jelly akan terus dapat menghubungkan orang-orang. "Ternyata, mendapatkan jawaban dari orang-orang ini sangat berbeda dibanding mendapatkan informasi dengan sistem algoritma," katanya.
Aplikasi ini terhubung ke jejaring sosial populer seperti Twitter dan Facebook. Jelly bukanlah mesin pencari yang pertama muncul. Sebelumnya telah ada Quora, sebuah situs pencarian populer yang memungkinkan pengguna untuk memposting pertanyaan dan mendapatkan jawabannya dari masyarakat. Tak hanya itu, Facebook juga telah lebih dulu meluncurkan Graph Search, mesin pencarian serupa, di bulan Oktober lalu. Fitur Graph Search milik Facebook ini memungkinkan pengguna lebih memanfaatkan jejaring sosial mereka untuk mencari informasi.
Jelly memanfaatkan popularitas jejaring sosial untuk mempersonalisasi pengalaman yang lebih kayauntuk mencari jawaban berbasis masyarakat.

Sumber : m.tempo.co/read/news/2014/01/09/072543303/Pendiri-Twitter-Luncurkan-Aplikasi-Jelly

Jumat, 06 Desember 2013

Akses Twitter Tanpa Koneksi Internet,Begini Caranya

Yang namanya layanan internet pasti wajib menggunakan koneksi internet untuk menggunakannya. Namun bilamana tak perlukan sambungan data tersebut? Itulah yang akan sedang dilakukan Twitter tatkala bermitra dengan layanan bisnis asal Singapura, U2opia. Nantinya, Twitter bisa diakses dalam kondisi offline . Bagaimana teknologi itu diaplikasikan?
Jika sesuai dengan rencana, teknologi ini akan bisa segera dicicipi pengguna mulai kuartal pertama tahun 2014. Secara sederhana dijelaskan sang CEO dan Founder U2opia, Sumesh Menon jika, pengguna diharuskan menghubungi nomor telepon tertentu untuk menerima pembaruan informasi terkait trending topic Twitter.
Dari data yang dilansir U2opia, delapan dari 10 orang di negara berkembang masih belum tersentuh oleh internet (mobile ). Ponsel yang mereka gunakan tidak mendukung akses ke jagat maya dan hanya sebatas featured . Layanan U2opia sendiri hadir di 30 negara dengan tujuh bahasa internasional. Mereka akan mengelompokkan stream Twitter berdasar lokasi tersebut.
U2opia miliki teknologi yang disebut dengan
USSD atau Unstructured Supplementary Service Data. Twitter cocok dengan teknologi tersebut sebab microblogging itu memang miliki keterbatasan karakter dan berbasis teks.
Dengan teknologi USSD plus pengelompokan
stream konten Twitter berdasar wilayah, maka pengguna di belahan bumi lain akan menerima aliran informasi yang berbeda dengan wilayah lainnya. Pengguna di Mumbai tidak akan membaca informasi yang sama dengan di Paraguay.
Ternyata U2opia bukan kali ini saja ‘meng-
online -kan’ layanan internet meski dalam kondisi
offline . Ada 11 juta pengguna yang manfaatkan layanan Fonetwish besutan U2opia yang memungkinkan mereka mengakses Facebook serta Google meski dalam kondisi luring.
Apakah 30 negara berkembang dalam jangkauan U2opia termasuk Indonesia? Jika demikian maka layanan mereka laik untuk ditunggu tahun depan.

Sumber : sidomi.com/243271/akses-twitter-tanpa-koneksi-internet-begini-caranya/